Konten BTS dalam content pillar memiliki peran penting untuk membuat komunikasi brand terasa lebih manusiawi, autentik, dan dekat dengan audiens. Banyak tim digital marketing terlalu fokus pada konten edukasi, promosi, atau produk hingga melupakan proses yang terjadi di balik layar. Padahal, audiens tidak selalu ingin melihat hasil akhir. Mereka juga tertarik mengetahui bagaimana sebuah tim bekerja, bagaimana produk dibuat, dan siapa saja orang yang berada di balik sebuah brand.
Konten behind the scene atau BTS membuka sisi bisnis yang jarang terlihat oleh publik. Format ini dapat memperkuat kepercayaan sekaligus memberi variasi pada kalender konten. Karena itu, tim marketing sebaiknya tidak memperlakukan BTS sebagai konten tambahan. Tempatkan format tersebut sebagai salah satu bagian yang terencana dalam strategi content pillar.
Mengapa Konten BTS dalam Content Pillar Penting?
Content pillar membantu tim marketing mengelompokkan topik berdasarkan tujuan komunikasi. Sebuah brand biasanya memiliki beberapa pilar seperti edukasi, produk, promosi, hiburan, testimoni, atau company culture.
Di antara berbagai kategori tersebut, konten BTS mempunyai fungsi yang berbeda. Konten ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperlihatkan proses nyata yang membentuk sebuah bisnis.
Beberapa alasan mengapa BTS perlu masuk ke dalam content pillar antara lain:
1. Membuat Brand Terlihat Lebih Manusiawi
Audiens berinteraksi dengan brand melalui logo, desain, iklan, dan konten. Jika komunikasi hanya berisi promosi, hubungan antara brand dengan audiens dapat terasa kaku.
BTS membantu memperlihatkan orang-orang yang bekerja di balik produk atau layanan. Tim dapat menampilkan aktivitas produksi, proses brainstorming, persiapan acara, sesi pemotretan, pengecekan kualitas, hingga aktivitas harian karyawan.
Konten seperti ini membuat audiens melihat brand sebagai organisasi yang memiliki proses dan orang nyata di dalamnya.
2. Meningkatkan Kepercayaan terhadap Bisnis
Kepercayaan menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian. Audiens ingin mengetahui apakah sebuah bisnis benar-benar menjalankan proses yang mereka janjikan.
Melalui konten behind the scene, perusahaan dapat memperlihatkan bagaimana tim menjaga kualitas, memberikan pelayanan, mengembangkan produk, atau menyelesaikan pekerjaan.
Sebagai contoh, bisnis makanan dapat menunjukkan proses quality control. Agency dapat membagikan cuplikan brainstorming campaign. Perusahaan manufaktur dapat memperlihatkan tahapan produksi atau pengecekan barang.
Audiens kemudian memperoleh bukti visual yang mendukung pesan pemasaran brand.
Baca juga: Strategi Content Funnel dari Keyword untuk E-commerce
3. Menambah Variasi dalam Kalender Konten
Tim digital marketing sering menghadapi masalah ketika ide konten mulai terasa monoton. Topik edukasi terus berulang, promosi terlalu dominan, sementara konten produk mulai kehilangan daya tarik.
Memasukkan konten BTS dalam content pillar dapat memperluas sumber ide tanpa harus selalu membuat konsep baru dari awal.
Aktivitas yang sebenarnya sudah terjadi di dalam bisnis dapat berubah menjadi materi komunikasi. Tim cukup mengidentifikasi momen yang layak dibagikan, kemudian mengemasnya sesuai karakter platform.
Dengan pendekatan tersebut, proses produksi konten juga dapat berjalan lebih efisien.
Konten BTS Mendukung Storytelling Brand

Storytelling yang kuat tidak hanya membahas keberhasilan. Cerita yang menarik juga menunjukkan perjalanan, proses, tantangan, dan orang-orang yang terlibat.
BTS dapat menjadi penghubung antara pesan brand dengan aktivitas nyata perusahaan.
Misalnya, sebuah bisnis sedang meluncurkan produk baru. Tim marketing tidak harus menunggu produk tersebut resmi tersedia untuk mulai membuat konten. Mereka dapat membangun cerita sejak tahap persiapan.
Konten dapat mencakup:
- proses riset produk;
- diskusi tim;
- persiapan desain kemasan;
- pengambilan foto produk;
- pengecekan sebelum peluncuran;
- hingga momen ketika produk mulai masuk pasar.
Rangkaian tersebut membentuk cerita yang lebih utuh dibandingkan satu unggahan promosi.
Konten BTS dapat Membentuk Narasi yang Berkelanjutan
Tim digital marketing juga dapat menggunakan BTS sebagai bagian dari serial konten.
Sebagai contoh, daripada hanya mengunggah satu video “behind the scene pemotretan”, tim dapat membaginya menjadi beberapa cerita. Konten pertama memperlihatkan persiapan konsep, konten berikutnya menunjukkan proses produksi, lalu konten terakhir mengungkap hasil akhirnya.
Pendekatan ini membantu brand mempertahankan kesinambungan cerita sekaligus memberi alasan kepada audiens untuk mengikuti perkembangan berikutnya.
Fungsi Konten BTS dalam Content Pillar untuk Engagement
Konten yang terlalu formal atau promosi sering membuat audiens hanya menjadi penonton. Sebaliknya, BTS memiliki peluang lebih besar untuk memancing respons karena materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Audiens dapat melihat kesalahan kecil, diskusi spontan, suasana kerja, tantangan produksi, atau dinamika tim.
Momen seperti ini menciptakan ruang interaksi yang lebih natural.
Tim marketing dapat menggunakan BTS untuk memancing percakapan melalui pertanyaan sederhana seperti pilihan desain, proses yang paling menarik, atau tahap pekerjaan yang jarang audiens ketahui.
BTS juga cocok untuk berbagai format media sosial seperti Reels, TikTok, Instagram Stories, carousel, maupun video pendek di platform lainnya.
Jenis Konten BTS yang Bisa Masuk ke Content Pillar
Tidak semua behind the scene harus menampilkan suasana kantor. Tim dapat mengembangkan format ini sesuai karakter bisnis.
Beberapa ide yang dapat digunakan meliputi:
- proses produksi barang;
- persiapan sebelum meeting atau event;
- proses pembuatan materi campaign;
- kegiatan tim kreatif;
- quality control produk;
- aktivitas packing pesanan;
- proses pemotretan atau pembuatan video;
- perjalanan tim menuju lokasi klien;
- persiapan peluncuran produk;
- brainstorming ide;
- pengembangan desain;
- aktivitas pelayanan pelanggan.
Dengan variasi tersebut, perusahaan dapat membangun konten BTS dalam content pillar tanpa membuat materi yang terasa sama setiap minggu.
Butuh strategi konten yang bikin engagement naik? Yuk hubungi kami!
Saran Menerapkan Konten BTS secara Konsisten
Tim digital marketing perlu merencanakan BTS agar kontennya tidak terlihat sebagai dokumentasi acak.
Pertama, tentukan tujuan setiap konten. Apakah konten ingin membangun trust, mengenalkan budaya perusahaan, menunjukkan kualitas produk, atau meningkatkan engagement?
Kedua, pilih momen yang relevan bagi audiens. Tidak semua aktivitas internal memiliki nilai komunikasi. Prioritaskan proses yang dapat menambah pemahaman audiens terhadap bisnis.
Ketiga, tetap pertahankan identitas visual brand. Walaupun BTS memiliki karakter lebih natural, tim tetap perlu menjaga kualitas gambar, tone komunikasi, dan pesan utama.
Keempat, hindari rekayasa berlebihan. Audiens mengharapkan unsur autentik dari behind the scene. Terlalu banyak adegan yang dibuat-buat justru dapat menghilangkan daya tariknya.
Terakhir, siapkan sistem dokumentasi sederhana. Tim dapat menentukan satu orang yang mengambil video atau foto ketika terjadi aktivitas menarik. Cara ini membantu perusahaan membangun bank materi BTS secara konsisten.
Jangan Jadikan BTS Sekadar Konten Pengisi
Kesalahan yang cukup sering muncul adalah menggunakan BTS hanya ketika tim kehabisan ide. Akibatnya, konten terlihat tidak terarah dan tidak memiliki hubungan dengan strategi komunikasi.
Padahal, behind the scene dapat memperkuat banyak tujuan marketing sekaligus. Format tersebut bisa membangun kepercayaan, memperlihatkan kompetensi, mengenalkan budaya kerja, meningkatkan interaksi, sekaligus memberi wajah manusia pada sebuah brand.
Karena itu, tim sebaiknya menentukan porsi BTS sejak menyusun kalender editorial.
Kesimpulan
Konten BTS dalam content pillar membantu brand membangun komunikasi yang lebih autentik, transparan, dan relevan. Audiens tidak hanya melihat produk atau layanan, tetapi juga memahami proses serta orang-orang yang membuat bisnis berjalan.
Ketika tim mengelolanya secara konsisten, konten behind the scene dapat memperkuat storytelling, meningkatkan engagement, menambah variasi materi, dan membangun kepercayaan terhadap perusahaan.
Jika bisnis Anda membutuhkan strategi content pillar yang lebih terarah, konsisten, dan sesuai dengan karakter target audiens, D’royan Digital Marketing Agency dapat membantu menyusun strategi digital marketing yang tepat untuk bisnis Anda.
Konsultasikan kebutuhan digital marketing Anda melalui WhatsApp 0857-7774-3201.
seolounge



