Memantau Pertumbuhan Backlink di Google Search Console

memantau pertumbuhan backlink

Backlink website menjadi salah satu elemen yang perlu Anda perhatikan ketika menjalankan strategi SEO. Tautan dari website lain dapat menunjukkan bahwa pihak eksternal menemukan, membahas, atau merekomendasikan konten yang Anda miliki. Pelajari cara memantau pertumbuhan backlink di Google Search Console agar Anda dapat menilai kualitas tautan, menemukan peluang SEO, dan menjaga reputasi website. Melalui pemantauan rutin, Anda tidak hanya melihat jumlah tautan yang masuk, tetapi juga memahami halaman mana yang paling sering memperoleh referensi.

Google Search Console menyediakan laporan Links yang membantu pemilik website melihat data tautan eksternal dan internal. Data tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengevaluasi perkembangan backlink tanpa harus langsung menggunakan tools SEO berbayar.

Namun, Anda perlu membaca data dengan tepat. Pertumbuhan jumlah backlink tidak selalu menandakan peningkatan kualitas SEO. Satu domain dapat membuat banyak tautan menuju website Anda, sementara beberapa domain relevan mungkin hanya memberikan satu tautan berkualitas. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan sumber domain, halaman tujuan, konteks tautan, dan anchor text secara bersamaan.

Backlink dapat membantu mesin pencari menemukan hubungan antara satu halaman dengan halaman lainnya. Selain itu, backlink juga dapat membawa pengunjung secara langsung dari website pemberi tautan menuju website Anda.

Sebagai contoh, sebuah artikel bisnis memperoleh tautan dari media industri, website asosiasi, blog profesional, dan portal edukasi. Tautan tersebut dapat memperluas jangkauan artikel sekaligus memperkuat kredibilitas kontennya di mata pembaca.

Pemantauan backlink membantu Anda memahami beberapa hal penting, seperti:

  1. Website mana yang memberikan tautan.
  2. Halaman apa yang paling banyak menerima backlink.
  3. Anchor text apa yang digunakan oleh website lain.
  4. Konten apa yang paling menarik perhatian pihak eksternal.
  5. Apakah terdapat domain mencurigakan yang mengarah ke website.
  6. Apakah kampanye digital menghasilkan tautan baru.

Tanpa pemantauan, Anda akan kesulitan menentukan strategi mana yang benar-benar menghasilkan backlink. Anda juga dapat kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan dengan website yang pernah membahas merek atau konten bisnis Anda.

Mengenal Laporan Links pada Google Search Console

Google Search Console menampilkan data backlink melalui menu Links. Laporan tersebut membagi informasi menjadi dua bagian utama, yaitu external links dan internal links.

Bagian external links menampilkan tautan yang berasal dari luar properti website. Sementara itu, bagian internal links memperlihatkan hubungan antarlaman di dalam website Anda sendiri.

Pada laporan external links, Google Search Console menyediakan beberapa kelompok data utama:

1. Top Linked Pages

Bagian ini menunjukkan halaman website Anda yang paling banyak memperoleh backlink. Data tersebut membantu Anda menemukan konten yang paling sering menjadi referensi pihak lain.

Apabila artikel panduan memperoleh banyak backlink, Anda dapat mengembangkan artikel pendukung dengan topik yang masih berkaitan. Setelah itu, hubungkan artikel-artikel tersebut melalui internal link agar pengunjung dapat menemukan informasi tambahan.

2. Top Linking Sites

Bagian ini menampilkan domain yang paling banyak memberikan tautan menuju website Anda. Google Search Console mengelompokkan data berdasarkan root domain. Artinya, protokol, subdomain, dan direktori dari satu domain dapat masuk ke dalam kelompok yang sama.

Melalui data tersebut, Anda dapat menilai apakah backlink berasal dari website yang relevan dengan bisnis. Sebuah perusahaan konsultan, misalnya, akan lebih membutuhkan tautan dari media bisnis, portal kewirausahaan, lembaga pendidikan, asosiasi profesi, atau website industri daripada domain yang tidak memiliki hubungan dengan layanan perusahaan.

3. Top Linking Text

Top linking text menunjukkan teks yang digunakan oleh website lain ketika membuat tautan menuju website Anda. Banyak praktisi SEO menyebut teks tersebut sebagai anchor text.

Google Search Console menggabungkan anchor text yang sama tanpa membedakan huruf kapital dan huruf kecil. Laporan tersebut juga dapat menampilkan kolom kosong untuk tautan berbentuk gambar yang tidak memiliki teks.

Periksa apakah anchor text menggambarkan bisnis Anda dengan benar. Anchor text yang relevan dapat membantu pengguna memahami halaman tujuan sebelum mereka mengklik tautan tersebut.

Baca juga yuk: Rahasia Artikel Berkualitas Berbasis EEAT

Cara Cek Backlink di Google Search Console

Anda dapat melakukan cara cek backlink di Google Search Console melalui beberapa langkah berikut:

  1. Masuk ke akun Google Search Console.
  2. Pilih properti website yang ingin Anda analisis.
  3. Buka menu Links pada bagian kiri halaman.
  4. Perhatikan bagian External links.
  5. Klik More pada bagian Top linked pages, Top linking sites, atau Top linking text.
  6. Pilih halaman atau domain tertentu untuk melihat data yang lebih rinci.
  7. Gunakan tombol Export untuk menyimpan data.

Google Search Console memungkinkan Anda menelusuri backlink berdasarkan halaman tujuan maupun domain pemberi tautan. Anda juga dapat memilih halaman tertentu, lalu melihat domain apa saja yang mengarah ke halaman tersebut. Setelah itu, klik domain untuk menemukan halaman sumber yang memasang tautan.

Langkah ini membantu Anda memeriksa konteks backlink. Jangan hanya melihat nama domain karena satu website dapat memiliki berbagai jenis halaman. Periksa langsung halaman sumber untuk memahami posisi tautan, topik konten, serta relevansinya dengan website Anda.

Cara Memantau Pertumbuhan Backlink Baru

memantau pertumbuhan backlink baru

Google Search Console menyediakan fitur ekspor yang dapat membantu Anda memantau pertumbuhan backlink baru. Dari halaman utama laporan Links, pilih menu Export External Links, lalu pilih Latest Links.

Google menjelaskan bahwa ekspor Latest Links memuat tautan yang paling baru Google temukan dan mengurutkannya berdasarkan tanggal penemuan. Pengguna dapat mengekspor hingga 100.000 baris data dari halaman utama laporan Links.

Agar pemantauan berjalan konsisten, lakukan langkah berikut:

Tentukan Data Awal

Ekspor data backlink saat Anda memulai pemantauan. Gunakan data tersebut sebagai baseline atau titik awal. Catat jumlah tautan, jumlah domain pemberi tautan, halaman tujuan, dan tanggal pemeriksaan.

Buat Jadwal Pemeriksaan

Lakukan pemeriksaan secara rutin, misalnya satu kali setiap bulan. Website dengan aktivitas publikasi atau kampanye digital yang tinggi dapat melakukan pemeriksaan lebih sering.

Hindari mengambil kesimpulan dari perubahan dalam waktu yang terlalu singkat. Google Search Console menampilkan tautan yang Google temukan dari waktu ke waktu. Beberapa tautan mungkin sudah hilang atau halaman sumbernya sudah tidak tersedia. Laporan tersebut juga tidak menjelaskan apakah suatu tautan menggunakan atribut nofollow.

Simpan Data dalam Spreadsheet

Buat spreadsheet sederhana dengan kolom berikut:

  • Tanggal pemeriksaan.
  • Domain sumber.
  • URL halaman sumber.
  • URL halaman tujuan.
  • Anchor text.
  • Topik atau kategori.
  • Relevansi backlink.
  • Status tautan.
  • Catatan tindak lanjut.

Google Search Console mendukung ekspor ke beberapa format, termasuk Google Sheets, Microsoft Excel, dan CSV.

Spreadsheet akan membantu Anda membandingkan data dari bulan ke bulan. Anda dapat mengetahui domain baru, halaman yang semakin sering menerima tautan, serta backlink yang tidak lagi aktif.

Jangan Hanya Menghitung Jumlah Backlink

Jumlah backlink dapat memberikan gambaran awal, tetapi angka tersebut tidak selalu menunjukkan kualitas. Satu website dapat menghasilkan ratusan tautan melalui menu, footer, widget, atau halaman arsip. Kondisi tersebut dapat membuat jumlah backlink terlihat besar meskipun hanya berasal dari satu domain.

Karena itu, bandingkan jumlah backlink dengan jumlah referring domain. Referring domain menunjukkan berapa banyak domain berbeda yang mengarahkan tautan menuju website Anda.

Sebagai ilustrasi, website A memperoleh 500 backlink dari dua domain, sedangkan website B memperoleh 100 backlink dari 40 domain relevan. Website B memiliki variasi sumber yang lebih luas meskipun jumlah backlink-nya lebih rendah.

Anda juga perlu mengevaluasi beberapa unsur berikut:

  • Relevansi topik website sumber.
  • Kredibilitas domain.
  • Kualitas halaman sumber.
  • Penempatan tautan dalam konten.
  • Kesesuaian anchor text.
  • Kondisi halaman tujuan.
  • Potensi kunjungan dari tautan tersebut.

Pendekatan ini membantu Anda menghindari penilaian yang hanya berfokus pada angka.

Menghubungkan Data Backlink dengan Performa Konten

Saat memantau pertumbuhan backlink, periksa halaman yang baru memperoleh tautan, lalu buka laporan Performance di Google Search Console. Bandingkan perubahan impresi, jumlah klik, posisi rata-rata, serta kata kunci yang membawa pengguna menuju halaman tersebut.

Perbandingan ini tidak selalu membuktikan bahwa backlink langsung menyebabkan kenaikan performa. Banyak faktor lain turut memengaruhi hasil pencarian, seperti kualitas konten, tingkat persaingan, intent pengguna, kondisi teknis website, dan pembaruan algoritma.

Meskipun demikian, analisis gabungan dapat membantu Anda mengenali pola. Apabila beberapa halaman memperoleh backlink, peningkatan impresi, dan pertumbuhan klik dalam periode yang sama, Anda dapat mempelajari karakteristik konten tersebut untuk membuat strategi berikutnya.

Perhatikan jenis kontennya. Artikel berbasis data, panduan lengkap, riset, studi kasus, infografik, dan penjelasan praktis biasanya lebih mudah menjadi sumber referensi dibandingkan konten yang hanya menawarkan promosi.

Mengidentifikasi Backlink yang Mencurigakan

Tidak semua backlink datang dari sumber yang relevan. Anda mungkin menemukan domain asing, website berisi spam, halaman otomatis, atau situs dengan topik yang sama sekali tidak berkaitan.

Jangan langsung panik ketika menemukan beberapa backlink mencurigakan. Google menyatakan bahwa sistemnya biasanya mengabaikan tautan dari situs spam yang sudah dikenali. Namun, pemilik website tetap perlu memeriksa sumber tautan dan memastikan tidak ada pola manipulatif.

Apabila website menerima manual action akibat pola tautan tidak alami, Google menyarankan pemilik website untuk memeriksa tautan terbaru atau domain yang paling banyak memberikan backlink. Pemilik website perlu menghubungi pengelola domain sumber terlebih dahulu dan meminta penghapusan tautan bermasalah sebelum mempertimbangkan Disavow Links Tool.

Gunakan fitur disavow secara hati-hati. Jangan memasukkan backlink organik atau domain berkualitas hanya karena Anda tidak mengenal website tersebut.

Strategi Meningkatkan Pertumbuhan Backlink Berkualitas

Setelah memahami data dari Google Search Console, gunakan informasi tersebut untuk mengembangkan strategi konten. Anda dapat memulai dari halaman yang sudah memperoleh backlink.

Perbarui konten dengan data baru, contoh yang lebih relevan, gambar pendukung, serta penjelasan yang lebih lengkap. Kemudian, buat artikel turunan yang masih berkaitan dengan topik tersebut.

Anda juga dapat menjalankan beberapa strategi berikut:

  1. Membuat riset atau laporan industri.
  2. Menyusun panduan yang menjawab masalah audiens.
  3. Menerbitkan studi kasus berdasarkan pengalaman nyata.
  4. Membuat infografik yang mudah dibagikan.
  5. Menjalin kerja sama dengan media atau website industri.
  6. Menawarkan pendapat ahli untuk artikel pihak lain.
  7. Memperbaiki tautan rusak yang mengarah ke halaman lama.
  8. Mempromosikan konten melalui media sosial dan email.

Fokuslah pada konten yang memberikan manfaat nyata. Konten berkualitas akan memberi alasan kepada pihak lain untuk menjadikannya referensi.

Ingin ranking lebih tinggi di Google? Hubungi SEO Specialist kami sekarang dan dapatkan strategi yang tepat untuk bisnis Anda.

Kesalahan saat Melakukan Analisis Backlink pada Search Console

Saat memantau pertumbuhan backlink, beberapa pemilik website masih melakukan kesalahan dalam membaca laporan. Mereka hanya berfokus pada jumlah tautan, menganggap semua backlink memiliki nilai yang sama, atau langsung menilai domain asing sebagai sumber yang berbahaya tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kesalahan lain muncul ketika pemilik website tidak menyimpan hasil ekspor secara berkala. Tanpa catatan historis, mereka akan kesulitan melihat pertumbuhan backlink dari satu periode ke periode berikutnya.

Hindari pula membandingkan angka Google Search Console secara langsung dengan tools SEO lain. Setiap platform memiliki metode crawling, database, dan jadwal pembaruan yang berbeda. Gunakan setiap alat berdasarkan fungsi dan sumber datanya.

Google Search Console memberikan informasi berdasarkan tautan yang Google ketahui. Tools pihak ketiga dapat membantu menambahkan metrik analisis, tetapi datanya tidak selalu sama dengan data Google.

Kesimpulan

Memantau pertumbuhan backlink melalui Google Search Console membantu Anda memahami perkembangan reputasi dan jangkauan konten website. Mulailah dengan memeriksa Top linked pages, Top linking sites, serta Top linking text. Setelah itu, ekspor Latest Links secara berkala dan simpan hasilnya dalam spreadsheet.

Jangan hanya melihat jumlah backlink. Evaluasi juga variasi domain, relevansi sumber, kualitas halaman, anchor text, serta halaman tujuan. Hubungkan data tersebut dengan performa konten agar Anda dapat menentukan strategi SEO berdasarkan informasi yang lebih lengkap.

Website yang kuat membutuhkan strategi konten, SEO, dan branding yang berjalan secara konsisten. Apabila bisnis Anda ingin membangun citra profesional, meningkatkan kehadiran online, dan mengembangkan branding di dunia digital, hubungi D’Royan Digital Agency melalui WhatsApp 0857-7774-3201. Tim D’Royan siap membantu bisnis Anda merancang strategi digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan target perusahaan.