Bagaimana Memengaruhi Pilihan Konsumen dengan Ilmu Persuasi

sdm


Pernah tidak Anda kepikiran “bagaimana ya, cara konsumen mau membeli produk atau layananku?” Mungkin sebagian atau bahkan semua dari pembaca disini ingin semua produk dan layanannya laku terjual bukan? Untuk menjawabnya psikologi memegang peranan paling penting untuk menyibukan departemen pemasaran untuk bisa mempengaruhi orang dan bagaimana orang menanggapi upaya yang telah Anda lakukan untuk memengaruhi mereka.

Menurut Robert Cialdini, “persuasi bukan lagi hanya sebuah seni, hal itu adalah ilmu yang keluar masuk” menurut professor emeritus psikologi dan pemasaran di Arizona State University, mengatakan memang banyak bukti ilmiah sekarang ada tentnag bagaimana, kapan, dan mengapa orang mengatkan ya untuk memengaruhi upaya.”

Apa itu Perilaku Konsumen?

konsumen
Perilaku konsumen mengacu pada studi tentang apa yang menyebabkan suatu individu atau kelompok membeli produk tertentu, dan hal ini juga mendukung merek tertentu. Bidang studi ini berfokus pada perilaku, motivasi, dan psikologi.

3 Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

  • Faktor Psikologi
    Cara seseorang menanggapi kampanye iklan yang Anda buat, hal ini sangat bergantung pada persepsi, sikap, dan pandangan hidup mereka secara umum.
  • Faktor Pribadi
    Demografi audiens seperti usia, budaya, profesi, usia, dan latar belakang memainkan peran utama dalam membentuk minat dan pendapat konsumen.
  • Faktor Sosial
    Kelompok sosial seseorang memengaruhi cara mereka berbelanja. Pendapatan mereka, tingkat Pendidikan, dan kelas sosial yang memengaruhi perilaku pembelian mereka.

Bagaimana Pemasaran Dapat Memengaruhi Perilaku dan Keputusan Konsumen?

Pemasaran bisa sangat efektif dalam memengaruhi konsumen, dan ada beberapa factor yang berkontribusi terhadap kesuksesan itu.

  1. Tanggapan Emosional Penonton
    Salah satu alasan kampanye pemasaran bisa sangat efektif adalah karena mereka dapat membuat konsumen bereaksi terhadapnya. Semakin banyak orang beraksi terhadap kampanye pemasaran Anda, semakin banyak mereka akan membicarakannya. Sehingga semakin mereka mendiskusikan merek Anda, semakin besar pula kemungkinan orang untuk membelinya.
  2. Citra Merek dan Pesan
    Menggunakan citra dan asosiasi kata adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian ke merek perusahaan Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin menarget anak milenial, Anda dapat menggunakan frasa dan meme popular sebagai bagian dari kampanye Anda. Hal ini menyebabkan audiens Anda, melihat Anda sebagai merek bisnis yang trendi.
  3. Kenangan Penonton
    Cara utama lain untuk melakukan pemasaran yang dapat memengaruhi perilaku konsumen adalah dengan membangkitkan emosi seperti nostalgia dan ketakutan. Sebagai contoh, jika suatu produk terkait dengan merek, pemikiran, gambar, atau music tertentu sejak masa kanak-kanak Anda, ini dapat memengaruhi perasaan loyalitas merek Anda. Disisi lain, jika kampanye pemasaran membuat Anda takut, Anda mungkin terpengaruh untuk membeli produk sebagai cara untuk Anda menghilangkan kecemasan, dan menlindungi diri sendiri.
    Pikirkan pemasaran sebagai hal untuk menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan Anda, dan juga bisa menampilkan produk dan layanan Anda. Pada umumnya, orang sering membeli berdasarkan reaksi emosional daripada pemikian rasional.

Baca juga: 3 Strategi Psikologi Pemasaran untuk Tingkatkan Konversi

Apa Tren Perilaku Konsumen Saat ini?

Lebih mudah untuk Anda mengetahui bagaimana memengaruhi perilaku konsumen ketika Anda tahu tren apa yang terjadi di luar. Seiring berkembangnya bisnis, begitu pula dengan kebiasaan dan prioritas dari konsumen. Selera pelanggan 10 tahun yang lalu bisa berbeda dengan selera mereka sekarang, dan selera mereka akan berbeda 10 tahun dari sekarang. Saat mencoba membuat dan meningkatkan strategi pemasaran Anda, Anda perlu untuk selalu ingat bahwa tren perilaku konsumen bisa berubah. Dengan mengingat hal itu bisa membantu Anda untuk membantu meningkatkan penjualan pada bisnis Anda.

6 Prinsip yang Memengaruhi Konsumen

Cialdini mensintesis penelitian bertahun-tahun tentang pngaruh sosial menjadi enam prinsip universal untuk memahami upaya untuk memengaruhi perilaku manusia. Biak bisnis maupun konsumen dapat menggunakan prinsip ini untuk lebih memahami bagaimana cara kerja internal dari perilaku pembelian dan untuk menentukan strategi mana yang paling mungkin berhasil.

  • Timbal Balik
    Manusia umumnya merasa untuk membalas budi atau membalas dengan sikap yang baik. Bagi konsumen Anda, ini mungkin berarti menawarkan sampel gratis atau diskon besar.
  • Komitmen
    Setelah seseorang terlibat dengan sesuatu, mereka cenderung untuk tetap dengan itu. Dalam bisnis, ini berarti menumbuhkan loyalitas merek. Mereka cenderung berkomitmen duntuk membayarnya lagi.
  • Konsensus
    Jika lebih banyak orang melakukan sesuatu, orang akan cenderung melakukannya juga. Ketika mereka dapat menunjukan popularitas atau kepuasan mereka di seluruh basis pelanggan yang luas, konsumen lain kemungkinan akan membeli juga.
  • Otoritas
    Orang lain akan cenderung mendengarkan seorang ahli dibandingkan siapapun diluar sana. Sehingga, meskipun mentalitas kemasan itu penting, seorang ahli yang relevan berbicara tentang keefektifan produk atau layanan merek penting untuk mendapat konversi konsumen baru.
  • Menyukai
    Orang yang mirip dengan target konsumen lebih mungkin untuk membujuk konsumen lain untuk membeli. Orang yang memiliki demografi yang sama, baik dalam hal etnis, kelas sosial, ekonomi, kecenderungan agama, atau bahkan minat yang sama. Akan jauh lebih efektif dalam membujuk konsumen daripada mereka yang dianggap sangat berbeda.
  • Kelangkaan
    Ada beberapa orang yang cenderung menginginkan apa yang mereka anggap tidak dapat mereka miliki. Membuat produk atau layanan tampak eksklusif atau seolah-olah akan kehabisan stok jika tidak bertindak cepat sering kali membuatnya lebih menarik bagi konsumen dan meningkatkan kemungkinan mereka akan membeli.

Berbekal enam prinsip pengaruh ini, perusahaan dapat lebih mahir menavigasi calon konsumen Anda. Sehingga Anda bisa mengonversi lebih banyak ke penjualan. Tapi, Cialdini memperingatkan agar tidak melewati batas antara pengaruh dan manipulasi, karena manipulasi dapat menyebabkan bencana jangka Panjang.

Baca juga: Fitur Menghasilkan Uang dari Instagram

Akhir Kata

Itulah sedikit tips bagaimana memengaruhi pilihan konsumen menggunakan ilmu persuasi yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900 atau 0857-7774-3201. Kami siap membantu pemasaran dalam bisnis Anda.